Newsroom

Environment

Dalam foto: Pelatihan penanggulangan kebakaran di sekitar perkebunan kami


Respons cepat di lapangan sangatlah penting untuk memastikan agar kebakaran hutan tidak menyebar di luar kendali. Sekalipun telah memiliki tim petugas pemadam kebakaran khusus, kami menyadari pentingnya penerangan bagi masyarakat untuk membekali mereka dengan pengetahuan dan keahlian dalam bertindak cepat saat terjadi kebakaran.

Masyarakat yang telah mengikuti pelatihan akan menjadi bagian dari personel tanggap darurat kami, yang juga dikenal sebagai Masyarakat Siaga Api (MSA). Anggota MSA menjadi duta di desa masing-masing, dan turut berupaya mendidik warga masyarakat lain tentang bahaya kebakaran hutan dan lahan serta pentingnya kepedulian terhadap lingkungan.

Saya berkesempatan mengikuti kegiatan pelatihan di Sampit, Kalimantan Tengah, yang mengajarkan metode pemadaman api yang tepat kepada warga di 10 desa di sekitar perkebunan PT Mitrakarya Agroindo.

1. Kegiatan pelatihan penanggulangan kebakaran biasanya berlangsung sehari penuh, diawali dengan kegiatan di kelas di mana masyarakat mempelajari bahaya kebakaran hutan dan lahan, cara mencegahnya, bagaimana membuka lahan tanpa metode bakar, dan lain-lain.

2. Sebagian besar keasyikan berlangsung setelah sesi kelas, yaitu pada sesi pelatihan lapangan di mana peserta mendapatkan pengalaman langsung dalam memadamkan api.

3. Petugas pemadam kami mengajari peserta bagaimana memadamkan kebakaran kecil menggunakan metode tradisional. Alat yang umum digunakan adalah kepyok api atau fire flapper (sebelah kanan). Alat ini berbentuk seperti sapu/garu dengan bulu dari logam. Di tengah, tampak seorang petugas pemadam memperagakan cara kerja pompa punggung, yang biasa digunakan saat mereka berpatroli.

4. Kadang-kadang, kami juga melibatkan personel TNI dalam kegiatan pelatihan untuk memperkenalkan dan memperagakan peralatan canggih mereka. Di sebelah kiri, tampak seorang petugas kepolisian sedang memegang “sumbut”, sebuah nosel yang dimodifikasi khusus untuk menanggulangi kebakaran lahan gambut. Di tengah, seorang tentara menggendong pompa portabel bertekanan rendah sampai menengah yang digunakan untuk memadamkan api di permukaan tanah.

5. Teknik dasar pemadaman api yang kami ajarkan kepada peserta adalah metode pemblokiran, yang bertujuan mencegah kebakaran kecil agar tidak membesar. Jika terjadi kebakaran di lingkungan masyarakat, metode pemblokiran mengajari MSA bagaimana memadamkan atau menanganinya dengan peralatan yang ada, tanpa perlu memanggil petugas pemadam kebakaran. Dengan kata lain, masyarakat berfungsi sebagai lapis pertahanan pertama. Metode ini penting khususnya saat musim kemarau saat sumber daya petugas pemadam harus disebar secara merata. Petugas pemadam dapat berkonsentrasi pada kebakaran besar dan MSA pun sudah cukup kompeten untuk menanggulangi kebakaran kecil.

6. Dengan metode pemblokiran, MSA dapat menilai apakah mereka mampu menanggulangi kebakaran secara mandiri. Jika menurut mereka api tidak dapat dikendalikan, mereka akan meminta bantuan petugas pemadam kebakaran kami.

7. Petugas pemadam menggunakan truk DAMKAR dan peralatan pemadam yang lebih canggih guna memadamkan api.

Masyarakat merasakan manfaat dari kegiatan pelatihan pemadam kebakaran ini dalam menyiapkan mereka untuk menanggulangi api saat terjadi kebakaran. Pengetahuan seperti cara memadamkan api secara efisien, menyediakan air dalam jumlah yang cukup untuk memadamkan api, dan menentukan titik tolak (anchor point) dalam memadamkan api adalah taktik yang sangat jitu dalam menanggulangi kebakaran.

Keterampilan seperti itu tentu sangat berguna khususnya di negara luas seperti Indonesia, di mana seringkali butuh waktu lama bagi petugas pemadam kebakaran untuk mencapai titik api yang harus dipadamkan. Anggota masyarakat ikut diberdayakan untuk melindungi lahan mereka dan dengan respons cepat warga setempat, risiko meluasnya kebakaran pun akan jauh berkurang.

Baca selengkapnya tentang kebakaran hutan di Asia Tenggara, dan bagaimana Sinar Mas Agribusiness and Food menanggulanginya di tautan ini.

Tentang penulis
Audityo Perdana adalah Art Director dari tim Group Corporate Communications di Sinar Mas Agribusiness and Food. Saat tidak sedang mengerjakan tugas desain di kantor atau menggarap kreasi baru, dia menghabiskan waktu dengan mengabadikan momen-momen candid dan berkisah melalui gambar dan video dengan latar belakang alam perkebunan yang indah.



Tentang penulis:
Audityo Perdana adalah Art Director dari tim Group Corporate Communications di Sinar Mas Agribusiness and Food. Saat tidak sedang mengerjakan tugas desain di kantor atau menggarap kreasi baru, dia menghabiskan waktu dengan mengabadikan momen-momen candid dan berkisah melalui gambar dan video dengan latar belakang alam perkebunan yang indah.
| | |